kemenperin

Penumbuhan Wirausaha Baru Melalui Diklat

Penumbuhan Wirausaha Baru Melalui Diklat


Sesuai arahan Pusdiklat Industri untuk agar kegiatan diklat lebih tepat sasaran, maka BDI Yogyakarta melakukan perubahan format diklat, dimana saat ini pelaksanaan diklat kerajinan menggunakan paket selama lebih dari tiga (3) bulan yang terdiri proses seleksi, diklat tahap pertama, pendampingan usaha, diklat tahap kedua serta monitoring dan evaluasi.

Seleksi calon peserta dilakukan oleh tim Widyaiswara BDI Yogyakarta. Seleksi bertujuan untuk melihat keseriusan dan komitmen calon peserta untuk mengikuti program diklat WUB dan keseriusan dalam menjalankan usaha. Pada pelaksanaan tahap pertama, diklat berlangsung selama 4-5 hari dengan materi menitikberatkan pada teknis pembuatan produk. Peserta diajarkan bagaimana membuat produk dengan proses yang benar serta membuat diversifikasi produk dengan didampingi instruktur profesional di bidangnya.

Tahapan selanjutnya adalah pendampingan. Pada tahap pendampingan peserta diklat kembali ke tempat usahanya masing-masing untuk melakukan produksi namun tetap dalam bimbingan tim widyaiswara BDI Yogyakarta. Widyaiswara akan memberikan saran terkait permasalahan yang masih ditemui para peserta diklat.

Materi pada diklat tahap kedua lebih ditekankan bagaimana memberikan bekal dan meningkatkan kemampuan para peserta diklat dalam menjalankan manajemen usaha. antauan Peserta dibekali materi mengenai manajemen organisasi, manajemen produksi, manajemen keuangan serta manajemen pemasaran. Selain itu, peserta diklat juga diajak melakukan kunjungan lapangan sehingga dapat melihat dan mendapatkan cerita pelaku yang telah sukses menjalankan usaha.

Setelah diklat selesai, proses pendampingan kembali dilanjutkan. Para alumni diklat tetap akan dimonitoring oleh Widyaiswara BDI Yogyakarta untuk melihat sejauh mana perkembangan dan tantangan terhadap usaha yang mereka jalankan. Semoga sukses!

Fasilitas komentar tidak disertakan.

Zona Integritas

Zona Integritas BDI Yogyakarta
© 2021 BDI Yogyakarta Kementerian Perindustrian