kemenperin

Pengrajin Rotan Kapuas Dilatih Modifikasi Produk

Pengrajin Rotan Kapuas Dilatih Modifikasi Produk

Balai Diklat Industri regional IV Yogyakarta melatih pengrajin rotan Kuala Kapuas untuk dapat memodifikasi desain produk untuk peningkatan kualitas dan kualitas. Sebab pangsa pasar indutri rumah tangga tersebut telah menembus mancanegara. Sejauh ini pangsa pasar kerajinan rotan dari Kuala Kapuas sudah menembus Jepang, Thailand, dan sebagian Negara Eropa lainnya. Hanya saja, eksportirnya masih melewati Banjarmasin, Bali dan Yogyakarta.


"Hal tersebut karena penyelesaian dan modifikasi produknya berada di Banjarmasin, Bali dan Yogyakarta," ungkap H. Sarmudi, Kabid Industri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UMKM, Selasa (5/7). Untuk itu, Balai Diklat Industri Regional IV Yogyakarta mengadakan pelatihan pengembangan desain produk kerajinan rotan sebagai pembinaan 30 pengusaha lokal bekerjasama dengan Pemda Kapuas. Pelatihan tersebut merupakan upaya agar pengrajin rotan dapat memodifikasi produknya sendiri, sehingga finishing tak lagi keluar daerah. Dengan begitu, harapnya, pengrajin mendapatkan nilai tambah karena produk keluar sudah menjadi barang jadi.


Dicontohkan Sarmudi, produksi anyaman rotan berupa tas nantinya dikombinasikan dengan kulit, lidi serta enceng gondok maupun bahan lainnya. Hal dimaksud, untuk peningkatan desian produk anyaman rotan, menyusul sudah adanya pangsa pasar mancanegara. Setidaknya Kapuas memiliki sentra anyaman rotan yang menghasilkan kerajinan berupa tikar, tas, bakul, tudung saji, kotak tissue, kap lampu, tempat koran, serta sandaran kursi, hampir di sepanjang Sungai Kapuas, antara lain dari Desa Pulau Telo sampai ke Kecamatan Mantangai. "Selain di Desa Sei Tatas, Dahirang, Sari Pulau dan Desa Dahudup. Hanya saja untuk produksi furnitur dari rotan yang belum ada," kata dia.


Menurutnya, kualitas produksi pun bersaing tak kalah dengan produksi luar Kalteng. Sebab produksi kerajinan rotan Kuala Kapuas mampu menembus Jepang yang terkenal selektif. Hanya saj, desain produknya yang masih terbatas. Kedepan pihaknya akan mencarikan solusi permodalan pengrajin termasuk pengadaan bahan baku melalui bapak angkat. Bupati kapuas HM Mawardi dalam sambutan yang dibacakan Kadis Perindagkop UMKM setempat, Agung Lintar Alfian menyatakan, kompetensi dilakukan secara tepat akan memperoleh manfaat bagi daerah. "Antara lain terwujudnya pertumbuhan ekonomi, menurunkan tingkat pengangguran, memperkecil perbedaan pendapatan perkapita serta terjadinya kerjasama antar daerah," ucapnya.(mg16)

Fasilitas komentar tidak disertakan.

Zona Integritas

Zona Integritas BDI Yogyakarta
© 2021 BDI Yogyakarta Kementerian Perindustrian