kemenperin

TES TOEFL SEBAGAI ACUAN KOMPETENSI BERBAHASA INGGRIS PENUTUR ASING

TES TOEFL SEBAGAI ACUAN KOMPETENSI BERBAHASA INGGRIS PENUTUR ASING

TES TOEFL SEBAGAI ACUAN KOMPETENSI BERBAHASA INGGRIS PENUTUR ASING

 

 

PENDAHULUAN

Makin pesatnya interaksi global telah membuat bahasa menjadi salah satu media komunikasi yang cukup penting. Tanpa penguasaan bahasa yang memadai maka dapat dipastikan akan terjadi problem yang cukup pelik dalam menjalin interakasi global tersebut.  Bahasa internasional yang lazim digunakan hingga saat ini adalah bahasa Inggris. Mengingat cukup pentingnya penguasaan bahasa Inggris maka kebutuhan akan media pembelajaran dan pemahaman bahasa Inggris tentunya mengalami peningkatan.

 

Sebagai standar mutu dalam penguasaan pengetahuan dan pemahaman dalam bahasa Inggris maka digunakan Test of English as a Foreign Language atau yang lazim disebut TOEFL. Dengan menguasai TOEFL sebaik mungkin maka dapat diasumsikan bahwa kemampuan interaksi dalam bahasa Inggris akan semakin baik pula.

 

Secara umum, TOEFL telah diakui sebagai metode yang didesain khusus untuk mengukur kompetensi seseorang dalam keterampilan berbahasa Inggris. Semakin tiinggi skor TOEFL seseornag maka dapat dianalogikan bahwa semkin bagus jugalah kemampuan bahasa Inggrisnya. Oleh karena itu, belajar untuk memahami dan menguasai TOEFL sangat penting dilakukan sebagai bagian dari usaha untuk tampil sebagai individu yang mahir berbahasa Inggris pula.

 

Sebagai salah satu model pengujian bahasa Inggris, TOEFL, digunakan untuk mengukur tingkat kecakapan atau profisiensi mereka yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu atau non-native speaker. Pada umumnya tes TOEFL digunakan sebagai salah satu prasyarat untuk studi di luar negeri terutama negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. TOEFL juga biasanya digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di dalam negeri.

 

Pada beberapa tahun terakhir, mahasiswa tingkat S1 di berbagai universitas ternama di Indonesia juga diharuskan untuk mempunyai skor TOEFL dengan jumlah tertentu sebagai salah satu syarat kelulusan. Hal ini tentunya berkaitan sebagai salah satu upaya bagi lulusan fresh graduate agar lebih siap untuk memasuki dunia kerja. Demikian pula TOEFL saat ini sudah mulai marak digunakan sebagai salah satu mekanisme rekrutmen dalam tahapan penerimaan pegawai baru dan sebagai salah satu prasyarat dalam jenjang promosi jabatan atau kenaikan karir.

 

JENIS TOEFL DAN TINGKAT SKORNYA

Tes TOEFL terdiri dari tiga macam yakni paper-based TOEFL, Computer-based TOEFL dan Internet-based TOEFL. Model paper-based TOEFL adalah ujian TOEFL yang menggunakan kertas sebagai media pengujiannya. Skor penilaian model ini berada pada kisaran antara 217 – 677. Bentuk ini adalah yang paling lazim digunakan di beberapa negara. Untuk model jenis computer-based dan internet-based, pengujiannya menggunakan komputer dan internet sebagai media tesnya. Skala penilaian model ini berkisar antara 40-300.

 

Batas minimal skor TOEFL yang dibutuhkan pada berbagai perguruan tinggi dan institusi lainnya berbeda satu sama lainnya. Untuk beasiswa ke luar negeri untuk studi S2 biasanya membutuhkan skor TOEFL antara 500-600 sedangkan untuk tingkat S3 biasanya diatas 550. Untuk program-program pascasarjana universitas-universitas di Indonesia biasanya mnegharuskan skor diatas 450 sebagai batas minimal. Pada dunia kerja, skor TOEFL yang dibutuhkan juga berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing instansi. Jumlah skor TOEFL yang dibutuhkan sangat tergantung dengan kebutuhan atau keperluan masing-masing pengambil tes.

 

TAHAPAN DALAM TES TOEFL

Terdapat empat bagian atau tahapan yang diujikan dalam tes TOEFL

1. Listening Comprehension

Bagian ini digunakan untuk menguji kemampuan peserta tes dalam menyimak pembicaraan atau bahas lisan dalam bahsa Inggris. Peserta tes diharapkan dapat menyimak setiap percakapan baik dialog maupun monolog yang bersal dari tape recorder atau media audio lainnya

2. Structure and written expression

Bagian ini digunakan untuk mengetahui kemampuan gramatikal peserta tes termasuk didalamnya adalah gaya bahasa tulis dalam bahasa Inggris. Peserta diharapkan dapat memilih jawaban yang paling tepat untuk melengkapi sebuah kalimat dan harus menemukan kesalahan yang terdapat dalam sebuah kalimat.

3. Reading Comprehension

Bagian ini ditujukan untuk mengetahui pemahaman peserta tes terhadap teks-teks tertulis dalam bahasa Inggris. Secara umum,para peserta tes diharapkan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang arti, ide , informasi yang spesifik serta kosakata tertentu yang terdapat dalam bacaan-bacaan yang diujikan.

4.Test of English Written (TWE)

Bagian ini dikhususkan untuk mengetahui kemampuan peserta tes dalam melakukan tulis-menulis dalam bahasa Inggris. Dalam uji ini, peserta tes diberikan satu topik atau tema tertentu dan mereka selanjutnya diminta untuk menulis ide mengenai tema tersebut. Tidak semua tes TOEFL mengujikan TWE bahkan hanya sedikit yang memasukkannya sebagi salah satu materi pengujian.

 

PERSIAPAN DAN PEMAHAMAN SEBELUM TES TOEFL

1. TOEFL adalah model tes yang mempunyai pola-pola tertentu dan pasti

Peserta tes perlu mempunyai kemampuan-kemampuan dasar dalam bahasa Inggris oleh karena itu mereka juga wajib mempunyai bekal untuk mengenal pola-pola kompetesni yang diujikan dalam tes TOEFL.

2. Pahami dan kenali bentuk-bentuk perintah dalam tes TOEFL

Dengan menjadikan diri kita terbiasa dengan bentuk-bentuk perintah dalam tes TOEFL maka kita dapat memaksimalkan konsentrasi pada soal-soal yang diujikan.

3. Biasakan untuk membaca bacaan apa saja yang berbahasa Inggris

Hal ini dapat kita lakukan dengan membaca koran, majalah, artikel, buku, cerpen berbahasa Inggris meskipun hanya sekilas. Kebiasaan ini untuk melatih kemampuan membaca cepat dan akan sangat berguna dalam sesi ujian Reading Comprehension.

4. Belajar bahasa adalah proses yang memakan waktu

Harus kita sadari bahwa belajar bahasa bukanlah sesuatu yang instan yang dapat dicapai dengan sekali waktu. Kunci utama untuk mendapatkan skor yang diinginkan adalah belajar tekun, konsisten dan mengetahui segala hal yang berkaitan dengan tes TOEFL.

 

 

KESIMPULAN

Sebagai salah satu model pengujian bahasa Inggris, TOEFL, digunakan untuk mengukur tingkat kecakapan atau profisiensi mereka yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu atau non-native speaker. Tes TOEFL terdiri dari tiga macam yakni paper-based TOEFL, Computer-based TOEFL dan Internet-based TOEFL sesuai dengan kebutuhan. Sebelum mengambil tes TOEFL kita perlu pembekalan dan persiapan yang matang sehingga kita mendapatkan hasil skor sesuai yang kita inginkan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Saifudin, Irham Ali. 2008. Kunci Sukses Menaklukkan TOEFL.  Yogyakarta : Diva Press

http://belajar-toefl.blogspot.com

http//www.englishland.or.id

 

 

 

Fasilitas komentar tidak disertakan.

Zona Integritas

Zona Integritas BDI Yogyakarta
© 2021 BDI Yogyakarta Kementerian Perindustrian