Siapkan Industri Menuju New Normal, BDI Yogyakarta Gelar Bimtek

Siapkan Industri Menuju New Normal, BDI Yogyakarta Gelar Bimtek

ogyakarta, IDN Times - Balai Diklat Industri (BDI) Yogyakarta Kementerian Perindustrian RI untuk Regional IV menggelar Bimbingan Teknis (bimtek) Aparatur Industri secara virtual selama dua hari pada Kamis dan Jumat (18-19/6).

Peserta yang tergabung dalam bimtek tersebut mencapai 480 orang, yang berasal dari lingkungan pemerintah daerah dan pelaku industri dari empat provinsi di Indonesia.

“Bimtek ini diikuti oleh aparatur industri di 68 kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat,” terang Kepala BDI Yogyakarta, Tevi Dwi Kurniaty, Kamis (18/6).

 

1. Menyiapkan sektor industri di daerah menuju new normal

Kegiatan ini dimotori oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian. Melalui bimtek ini, aparatur industri khususnya yang berada di daerah, diharapkan dapat beradaptasi dalam tugasnya mendampingi pelaku industri, khususnya ketika berhadapan dengan pandemik COVID-19 serta menyambut era new normal.

“Kegiatan ini merupakan upaya knowledge transfer sekaligus sinkronisasi persepsi antara aparatur industri di pusat dan daerah, terkait kebijakan pengembangan dan pembinaan industri pada masa pandemi COVID-19 serta di masa era new normal saat ini,“ ujar Kepala BPSDMI Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto pada pembukaan bimtek tersebut.

2. Aparatur di daerah perlu mendorong industri untuk berkembang

Eko menyebutkan, sejumlah kebijakan telah diambil agar industri tetap dapat menjalankan aktivitasnya Seperti yang diatur dalam Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4, 7, dan 8 Tahun 2020. 

Selain instrumen kebijakan, Kemenperin juga berupaya menyiapkan aparatur industri agar mampu beradaptasi dengan baik dalam menghadapi era new normal, salah satunya lewat penyelenggaraan bimtek melalui tujuh BDI bagi aparatur industri di seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia.

“Aparatur di daerah merupakan pendorong kinerja industri daerah agar produktif dan berkembang. Untuk itu, diharapkan mampu berinovasi dalam implementasi kebijakan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat industri di daerah.  Selain itu juga, diharapkan terjalin keselarasan program serta sinergi kebijakan sektor industri di tingkat pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” terangnya.

3. Sektor industri manufaktur salah satu yang terdampak

Menurut Eko, sektor industri di Tanah Air, termasuk industri manufaktur, menjadi salah satu yang mengalami tekanan berat akibat pandemik ini. Hal ini tampak dari Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia yang anjlok pada bulan April 2020 hingga menyentuh angka 27,5.

"Dampak pandemi ini mempengaruhi penurunan permintaan pasar domestik, pengaruhnya sangat besar karena selama ini konsumsi domestik mampu menyerap hingga 70 persen dari total produksi industri manufaktur dalam negeri," ujarnya.

Share:

Postingan Terkait:

Kirim Komentar

Setiap komentar akan ditinjau dahulu.