kemenperin

Profil IKM Sukses : Geliat Industri Knalpot dari Purbalingga

Profil IKM Sukses : Geliat Industri Knalpot dari Purbalingga

Tentu tidak asing lagi bagi kita untuk menyebut kota Purbalingga di Jawa Tengah, sebagai kota yang mempunyai industri unggulan berupa knalpot yang kualitasnya diakui internasional. Salah satu tokoh yang konsistensinya perlu mendapatkan acungan jempol dalam mengembangkan bisnis di bidang ini adalah Muhajirin (53). Ditemui di rumah yang sekaligus sebagai bengkel produksinya, Tim Monitoring dan Evaluasi Pasca Diklat dari BDI Regional IV Yogyakarta sempat bertemu dan bertukar pengalaman dengan beliau.

 

Memulai bisnis knalpot sejak awal 1990-an, pria yang lahir di desa Pesayangan, desa dimana sekarang menjadi sentra produksi knalpot, menuturkan awal perjuangannya dengan berjualan knalpot hingga ke ujung Sumatra saat memulai karirnya. Dibantu lebih dari 15 karyawan dan kapasitas produksi rata-rata sebanyak 50pcs/bulan, Muhajirin terus berinovasi dengan menciptakan terobosan melalui pembuatan knalpot dengan teknologi sederhana.  Hingga yang terbaru saat ini, beliau sedang mengembangkan model knalpot yang bisa menambah tenaga mesin namun sekaligus menghemat bahan bakar dengan model free-flow yang dapat menghemat bahan bakar namun sekaligus dapat menambah tenaga kendaraan, yang ia namakan "Jet Hot".

 

Untuk mengembangkan bisnisnya, Muhajirin banyak mendapat fasilitasi berupa pendampingan dari Dinas Perindag Kab. Purbalingga untuk bertukar informasi seputar pemasaran dan teknologi. Karyanya sering diikutkan dalam pameran-pameran otomotif berskala internasional seperti IIMS, PRPP, Paragon dsbnya. Karyawan dan pengrajin knalpot yang lain juga pernah dilatih tentang teknik pengelasan, pewarnaan, manajemen dan pemasaran. Sedangkan bantuan yang pernah diterima dari Kementerian Perindustrian berupa pengurusan HaKI dan bantuan alat untuk sentra/Unit Pelayanan Teknis Logam yang bisa digunakan bersama oleh pengrajin knalpot. Selain itu, bantuan dari Kementerian Riset dan Teknologi diterima beliau di tahun 2011 berupa alat potong plat variasi, yang dapat digunakan untuk memotong, roll dan tekuk.

 

Karya Muhajirin yang cukup fenomenal adalah ketika berhasil membuat knalpot untuk Panser, dimana hasil karyanya berhasil mengalahkan knalpot buatan Jerman yang jelas-jelas lebih maju teknologinya. Sampai saat ini, semua Anoa yang diproduksi PT. Pindad (termasuk produk ekspor) menggunakan knalpot “Made in Purbalingga” ini. Keunggulan dari produk buatannya ini adalah kemampuannya dalam meredam bisingnya suara mesin dan menghasilkan tenaga yang lebih besar. Selain itu, saat ini pengusaha ini mendapatkan order rutin untuk memproduksi muffler untuk produk mobil ATPM di Indonesia seperti Suzuki Swift, Suzuki APV Luxury, Toyota Rush/Daihatsu Terios yang ordernya mencapai 700 pcs/bulan, serta penjajakan muffler untuk Toyota Kijang Innova dan pembuatan knalpot Mercedes AMG dari Jerman. Khusus untuk pembuatan muffler Innova, masih mengalami sedikit kendala dalam proses bending yang belum sempurna karena masih dikerjakan secara manual, sedangkan pihak ATPM menuntut ke-presisi-an yang tinggi, namun Muhajirin optimis di awal tahun ini masalah tersebut dapat diatasi.

 

Beberapa strategi pengembangan industri knalpot di Purbalingga dipaparkan oleh Adhinugroho dan Budiningharto (2011) antara lain :

  • Peningkatan kualitas dari produk knalpot Purbalingga sehingga dapat bersaing dengan produk impor sekaligus meningkatkan kualitas produk knalpot menjadi kualitas ekspor sehingga dapat bersaing di pasar internasional.
  • Menjalin kerjasama dengan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) nasional sehingga produk lokal dapat menguasai pasar dalam negeri.
  • Memproduksi knalpot yang lebih bervariasi dalam bentuk model dan juga selalu mengikuti perkembangan tren knalpot.
  • Menjalin kerjasama yang baik dengan pihak pemasok bahan baku sehingga suplai bahan baku dapat terjaga dan tidak mengganggu proses produksi.
  • Membentuk suatu paguyuban antar pengusaha knalpot agar dapat mengurangi indikasi adanya persaingan yang tidak sehat antar pengusaha.
  • Bekerja sama dengan industri-industri pembuatan knalpot yang besar sehingga pengusaha knalpot Purbalingga dapat menambah pengetahuan mereka sekaligus memperluas jaringan pasar.
  • Mulai melakukan penerapan proses produksi yang berorientasi terhadap penerapan teknologi sehingga jumlah dan kualitas produk dapat meningkat.
  • Melakukan kajian mengenai bahan baku alternatif  sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku yang sudah ada.
  • Melakukan perbaikan dalam manajemen usaha  baik dari sisi administrasi maupun produksi.
  • Memberlakukan tarif harga dasar sehingga dapat mengurangi indikasi terjadinya persaingan yang tidak sehat. 

 

Apa yang dihasilkan Muhajirin ini sangat membanggakan mengingat proses produksinya sebagian besar masih dikerjakan secara manual. Meskipun berupa sub-komponen, muffler jadi penentu kapan sebuah kendaraan bisa selesai diproduksi, karena bila muffler telat dipasok, pengiriman kendaraan kepada konsumen akan terlambat. Dari beliau, kami belajar banyak hal. Sosok yang rendah hati ini semakin meyakinkan kami bahwa kesuksesan hanya datang bagi siapa saja yang mau belajar dengan ulet dan konsisten, mau berbagi ilmu dan terus menerus berusaha meskipun diterpa oleh berbagai kesulitan. 

 

Pustaka : Adhinugroho, Cahyo. Budiningharto, Syafrudin. 2011. Analisis Profil Industri Knalpot di Purbalingga, Kabupaten Purbalingga. Undergraduate Thesis, Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/26354/.

Fasilitas komentar tidak disertakan.

Zona Integritas

Zona Integritas BDI Yogyakarta
© 2021 BDI Yogyakarta Kementerian Perindustrian