kemenperin

Industri Elektronik Bakal Gelontorkan US$ 2,5 Miliar ke RI

Industri Elektronik Bakal Gelontorkan US$ 2,5 Miliar ke RI

Investasi industri elektronik Indonesia diperkirakan bisa menyentuh level US$ 2,5 miliar dalam kurun waktu 2010-2014. Nilai ini meliputi proses perakitan barang-barang elektronik.

Menurut Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi, dengan nilai investasi US$ 2,5 miliar dipercaya akan menyerap tenaga kerja 150 ribu orang. Hal ini pula akan meningkatkan rata-rata ekonomi di kisaran 9%.

"Hampir seluruh industri meningkatkan efisiensi, dengan naiknya produktivitas tentu baik untuk Indonesia dengan pangsa pasar 250 juta orang," ungkap Budi usai perayaan 20 tahun LG Indonesia di Hotel Four Season, Mega Kuningan Jakarta, Kamis (18/11/2010).

Ia menjelaskan, angka investasi industri elektronik per tahunnya mencapai US$ 500 juta. Ini dihitung hanya pada sektor perakitan. Jika ditambahkan nilai komponen, maka investasinya mencapai US$ 800 juta per tahun.

"Salah satu yang pertumbuhannya paling baik adalah mesin dan elektronik, meningkat 8,5%. Di situ ada elektronik dan otomotif. Jadi harus rajin-rajin investasi. Makanya kita sering-sering roadshow," tambahnya.

Pemerintah juga mengharapkan investasi yang banyak masuk dalam elektronik, berupa produk-produk digital. Ini penting untuk mendukung piranti elektronik yang lebih maju.

"Untuk produk digital untuk ditingkatkan. Dalam 2-3 tahun akan investasi industri komponen. Ada banyak pemain baru dari Korea dan Jepang," tambahnya.

Menurutnya, pendapatan konsumen dalam negeri memang cenderung meningkat. Sehingga dari yang sebelumnya memiliki satu televisi menjadi dua.

"Ada 45 juta pelanggan PLN rumah tangga, kan naik. Waktu naik, kasih market untuk mesin cuci, AC, dan TV. Dari ketiganya TV yang lebih dulu kan. Konsumen elektronik jangan dianggap enteng, bisa jadi penggerak ekonomi," paparnya.

Fasilitas komentar tidak disertakan.

Zona Integritas

Zona Integritas BDI Yogyakarta
© 2021 BDI Yogyakarta Kementerian Perindustrian