Evaluasi Dampak Diklat Teknis Tahun 2009

Evaluasi Dampak Diklat Teknis Tahun 2009

Pemantauan Pasca Diklat

Dalam bukunya yang berjudul Management Development Through Training Charles E. Waston menyatakan bahwa Pemantauan   bahwa ”pemantauan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengecek penampilan dan aktifitas yang sedang dilaksanakan; kegiatan pengumpulan data yang relevan secara sistematis dan kontinyu yang berkaitan dengan proses tertentu tanpa mengadakan pertimbangan terhadapnya. Lebih lanjut dikatakan bahwa pemantauan adalah suatu kegiatan untuk melihat serta mencatat suatu kegiatan mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan suatu program secara cermat dan teratur.

Secara garis besar, pemantauan adalah suatu kegiatan pengumpulan, pengklasifikasian dan penyajian data/informasi sebagai bahan untuk melaksanakan kegiatan penilaian/evaluasi. Pemantauan bersifat memotret apa adanya (lugas), sesuai dengan data yang ada tanpa rekayasa dan tidak melakukan penilaian atau koreksi apapun. Jadi apabila dijumpai penyimpangan-penyimpangan cukup dicatat sebagai bahan untuk melaksanakan tindakan koreksi

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka pada prinsipnya pemantauan dilaksanakan pada keseluruhan program Diklat secara terus menerus terhadap semua komponen dan aspek yang terkandung dalam komponen tersebut, namun dalam pelaksanaannya tidak semua serentak, hal ini didasarkan pada kepentingan lembaga diklat pada saat itu. Berkaitan dengan hal tersebut maka di dalam kegiatan pemantauan perlu memperhatikan prinsip-prinsip pemantauan sebagai berikut:

  1. Pemantauan dilaksanakan secara berkesinambungan, pemantauan tidak hanya dilaksanakan sekali tetapi terus menerus dan berkesinambungan. Dalam artian kegiatan ini terkait satu dengan yang lain mulai dari tahap analisis kebutuhan diklat, penentuan tujuan diklat, perencanaan program diklat, pelaksanaan diklat sampai dengan evaluasi diklat.
  2. Mendiskripsikan apa adanya. Kegiatan pemantauan adalah memotret kondisi nyata suatu kegiatan tanpa adanya usaha penilaian dari pihak pemantau diklat.
  3. Selalu didukung data yang ada. Dalam pelaksanaan pemantauan mencatat segala kejadian yang ada secara nyata, sehingga data yang diperoleh langsung dari sumbernya/ responden yang bersangkutan.
  4. Menggunakan alat pencatat dan laporan. Alat pencatat dalam hal ini biasanya berbentuk formulir-formulir yang telah dipersiapkan oleh tim pemantauan.
  5. Pelaksanaan pemantauan dilakukan secara sistematis dan terencana dalam artian telah direncanakan jauh-jauh sebelumnya oleh tim pemantauan.
  6. Dilaksanakan oleh tim/ petugas yang telah ditunjuk dan masing-masing petugas telah dilengkapi dengan formulir.

Mengingat pentingnya pemantauan maka pada tahun 2009 dilakukanlah monitoring ke 18 Dinas.

 

Pengumpulan dan pengolahan data

Untuk memperoleh data atau informasi yang diharapkan, pengumpulan data dan informasi dilakukan secara langsung pada sumber data melalui wawancara langsung dengan responden yang telah ditentukan oleh petugas pengumpul data/ informasi.

Agar data atau informasi yang diperoleh sesuai dengan materi yang dibutuhkan maka wawancara dilakukan dengan berpedoman pada daftar pertanyaan atau kuesioner yang telah dibuat secara seragam sebagai acuan dengan tidak membatasi adanya pengembangan pertanyaan atau jawaban berdasarkan perkembangan dilapangan sepanjang memiliki relevansi dengan lingkup materi survey. Dengan demikian maka akan diperoleh data primer yang diharapkan  sesuai dengan kebutuhan  lingkup materi survey. Responden untuk diklat Teknis Tahun 2008 adalah 54 responden. Pengolahan data menggunakan analisis statistik deskriptif menggunakan kuisioner.Yang termasuk dalam kategori diklat Teknis dalam Laporan Monitoring dan Evaluasi Pasca Diklat ini adalah: Diklat Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian , Diklat CEFE, Diklat Pengemb Ketramp. Teknis Bid. Cinderamata Plastik , Diklat Manajemen Perubahan, Diklat Pengemb. Prof Teknis Bidang Batik Jumputan, Diklat Pengemb. Prof Teknis Bidang Enceng Gondok, Diklat Business English, Diklat TOEFL, Diklat AMT

 

 

Evaluasi Pasca Diklat

Dari hasil analisis diklat Teknis kemudian dibagi menjadi 3 kategori yaitu manfaat diklat, efektivitas diklat, dan dampak setelah mengikuti diklat

 

Manfaat Diklat

Berdasarkan kuisioner yang masuk terkait dengan pertanyaan sejauhmana manfaat yang diperoleh sesudah mengikuti diklat dalam rangka peningkatan prestasi kerja 21,43% responden menyatakan diklat teknis yang bersangkutan sangat meningkatkan prestasi kerja, 71,43% responden menyatakan cukup meningkatkan prestasi kerja dan 7,14% responden menyatakan biasa saja artinya tidak memberikan manfaat dalam peningkatan prestasi kerja. Sedangkan dari kesesuaian diklat terhadap bidang tugas diperoleh 5% menyatakan sangat sesuai dengan bidang tugasnya, 90% menyatakan sesuai dengan bidang tugasnya dan 5% menyatakan tidak sesuai dengan bidang tugasnya. Berdasarkan hasil analisis data tersebut maka bisa ditarik kesimpulan bahwa kesembilan diklat teknis yang dilaksanakan di Balai Diklat Industri Yogyakarta berkontribusi positif dalam meningkatkan prestasi kerja.

 

Efektivitas Diklat

Berdasarkan kuisioner yang masuk terkait dengan pelaksanaan diklat secara keseluruhan terkait dengan metode pembelajaran, kurikulum diklat teknis yang dilaksanakan di BDI Yogyakarta 17,95% menyatakan terlalu teoritis,  71,8% menyatakan seimbang antara teori dan praktek, dan 10,25% alumni menyatakan terlalu praktis.  Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa efektifitas kesembilan diklat teknis di atas baik secara metode pembelajaran, kurikulum dalam implementasinya seimbang antara teori dan praktek. Sehingga pemaparan materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam implementasinya. Sehingga proses pembelajaran berbagai situasi  pembelajaran dapat dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman yang mencukupi untuk mencapai learning outcome yakni tatap muka dalam kelas, diskusi dalam  kelompok kecil, belajar mandiri, praktek keterampilan, dan tugas-tugas lainnya. Ini ditunjukkan dengan hasil survey dimana hampir seluruh peserta menyatakan harapan mereka dapat terwujud setelah mengikuti diklat. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa dalam realitas di lapangan mayoritas responden menyatakan bahwa sebagian dari materi diklat saja yang dapat diimplementasikan di lapangan dengan berbagai macam alasan diantaranya adalah: adanya materi yang tidak sesuai dengan aplikasi di lapangan, maupun kondisi IKM maupun instansi alumni yang bersangkutan yang tidak memungkinkan.

 

Dampak Diklat

Berdasarkan kuisioner yang masuk terkait dengan dampak diklat terkait dengan sejauhmana tingkat kemampuan dan keterampilan alumni diklat setelah mengikuti diklat dan kepercayaan/tugas yang diberikan atasan kepada alumni diklat setelah mengikuti diklat diperoleh hasil 2,3% responden menyatakan tingkat kemampuan dan keterampilan alumni setelah mengikuti diklat sangat tinggi, 65% menyatakan sedang, dan 32,7% menyatakan cukup. Artinya bisa ditarik kesimpulan bahwa diklat teknis memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan alumni diklat. Sedangkan dilihat dari tingkat kepercayaan/tugas yang diberikan atasan kepada responden setelah mengikuti diklat diperoleh hasil 37% responden menyatakan seringkali diberikan kepercayaan, 57% responden menyatakan kadang-kadang, dan 6% menyatakan tidak pernah.  Dari kuisioner juga diperoleh kesimpulan bahwa dengan mengikuti diklat teknis memberikan cara pandang yang positif terhadap pekerjaan.

 

Kesimpulan

Diklat Teknis memberikan kontribusi yang positif dalam meningkatkan prestasi kerja. Efektifitas diklat teknis baik secara metode pembelajaran, kurikulum dalam implementasinya seimbang antara teori dan praktek sehingga dapat dikatakan sangat efektif. Diklat teknis memberikan kontribusi positif terhadap cara pandang yang positif terhadap pekerjaan, kemampuan dan keterampilan kerja.

 

Daftar Bacaan

Balai Diklat Industri Yogyakarta. 2010. Laporan Monitoring dan Evaluasi Pasca Diklat Tahun 2009.

Charles E. Watson. 1985. Management Development Through Training.

Fasilitas komentar tidak disertakan.

Zona Integritas

Zona Integritas BDI Yogyakarta