Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Mendukung Tugas Widyaiswara

 
 
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Mendukung Tugas Widyaiswara

Oleh : Panji Wishnumurti (Widyaiswara Balai Diklat Industri Yogyakarta)

  A. PENDAHULUAN

Teknologi Informasi dan Komunikasi atau yang disingkat dengan TIK saat ini menjadi “makanan wajib” yang harus dipenuhi sehari-hari bagi sebagian besar manusia baik digunakan dalam mendukung penyelesaian pekerjaannya maupun digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kalau dulu kebutuhan dasar manusia ada tiga, yaitu sandang, pangan dan papan, saat ini bertambah satu komponen yaitu : TIK. Ya!, sandang, pangan, papan dan TIK. Bisa dibayangkan, bagaimana seseorang yang mengandalkan penyelesaian pekerjaannya berhubungan dengan komputer dan internet, kemudian 5 menit saja sambungan internetnya mengalami gangguan pasti orang tersebut akan emosi dan seketika itu pula pekerjaannya terhenti. Atau seperti gejala sosial dimana media sosial menjadi ajang berpendapat, berkeluh kesah atau menjadi ajang untuk melakukan kegiatan bullying terhadap orang lain.

 

B. PEMANFAATAN TIK DALAM MENDUKUNG TUGAS WIDYAISWARA

Selain sebagai media sosial, TIK juga saat ini juga telah menjadi tulang punggung media pembelajaran. Kalau dulu di sekolah para tenaga pendidik menggunakan kapur dan papan tulis, sekarang mereka sudah banyak yang beralih dengan menggunakan komputer dan LCD Projector untuk menyampaikan pembelajaran dengan lebih interaktif karena para siswa tidak hanya mendengar dan mencatat, tetapi mereka juga diajak untuk melihat tayangan film, gambar berwarna dan lain sebagainya sehingga tidak cepat jenuh dan lebih mudah memahami pelajaran. Hal yang sama juga dilakukan oleh widyaiswara. Meskipun peserta didik dan model pembelajarannya berbeda, tetapi widyaiswara juga banyak menggunakan TIK untuk mendukung tugasnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh widyaiswara pada saat akan maupun setelah selesai melakukan pembelajaran :

  1. Pra-Diklat

Widyaiswara dapat mencari referensi materi pembelajaran secara online, tidak hanya terbatas pada buku cetak saja, karena di internet tersedia banyak e-book, jurnal maupun tulisan orang yang sering diunggah dalam blog pribadi mereka. Selain materi, widyaiswara juga dapat mengunduh berbagai macam video yang relevan dengan materi pembelajaran untuk ditayangkan kepada peserta diklat. Widyaiswara juga sudah pasti akan membuat bahan ajar maupun bahan tayang menggunakan komputer sehingga pemahaman dan pemanfaatan perangkat TIK menjadi mutlak untuk mendukung hal ini. Disaat yang bersamaan, tentunya widyaiswara harus menjalin komunikasi yang intensif dengan panitia penyelenggara untuk menentukan pokok bahasan dan teknis pelaksanaan pembelajaran, dan tentunya ini menggunakan sarana komunikasi.

  1. Diklat

TIK menjadi “senjata wajib” yang sangat ampuh bagi widyaiswara dalam mensukseskan proses belajar-mengajar dengan peserta diklat. Alat bantu pembelajaran secara audiovisual dan multimedia (seperti grafis, gambar, foto, audio, animasi, video) sangat diperlukan agar variasi materi yang disampaikan tidak membuat jenuh peserta diklat. Akan tetapi, bergantung saja pada perangkat dan pemanfaatan TIK yang tanpa di-back-up dengan kemampuan dasar widyaiswara berupa keterampilan berkomunikasi dalam menyampaikan materi dapat menjadi bumerang yang merugikan widyaiswara itu sendiri. Contoh saja menjadi sebuah tantangan tersendiri ketika ada materi baik tulisan maupun video yang tidak bisa disampaikan saat listrik padam tiba-tiba, widyaiswara harus mencari cara agar materi tetap tersampaika dan peserta tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Ke depan, pelaksanaan diklat memungkinkan untuk dilaksanakan secara virtual atau online dengan menyelenggarakan diklat jarak jauh (e-learning). Saat ini model pelaksanaan diklat seperti ini masih memerlukan infrastruktur utamanya kecepatan data internet, akan tetapi widyaiswara harus mulai “mengenalkan” dirinya dengan apa dan bagaimana model e-learning dijalankan.

  1. Pasca Diklat

Setelah pembelajaran dan diklat selesai, bukan berarti tugas widyaiswara berakhir begitu saja. Masih banyak yang bisa dilakukan untuk memberikan pelayanan prima kepada peserta didik. Biasanya di akhir sesi, peserta menanyakan apakah boleh meminta softcopy bahan tayang, untuk menghindari penyebaran virus yang biasanya”ditularkan” melalui USB Flashdisk, widyaiswara dapat memanfaatkan situs atau aplikasi gratis di internet untuk mengunggah materi pembelajaran yang dapat diundah sewaktu-waktu oleh peserta diklat dari mana saja mereka berada. Selain itu, widyaiswara dapat terus menjalin komunikasi dengan alumni peserta diklat melalui jejaring sosial yang sifatnya gratis seperti Facebook atau Group Messenger. Hal ini selain digunakan untuk bertukar wawasan dan pengalaman, dapat juga digunakan untuk memperluas jejaring kerjasama dengan pihak lain.

 

C. PENUTUP

Pembelajaran merupakan upaya yang disengaja, bertujuan, dan terarah dengan menyediakan atau mengelola lingkungan yang kondusif agar terjadi perubahan ke arah yang lebih baik dalam diri orang yang belajar [1]. Teknologi pembelajaran memilikiperan yang besar terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran dan hasilnya. Seperti kesimpulan penelitian [1] yang mengatakan bahwa jika dirancang dengan benar produk TIK dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran baik sebagai alat bantu belajar, alat bantu interaksi belajar mengajar, maupun alat bantu atausumber belajar mandiri bagi peserta didik dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran baik dari segi proses maupun hasilnya. Ibarat pepatah : the important is not gun, but the man behind the gun”, TIK menjadi kurang berguna atau dapat disalahgunakan bila tidak dikelola oleh orang yang tepat. Sebuah hardware (perangkat keras) atau software (perangkat lunak) saja tidaklah cukup, perlu brainware (perangkat manusia) untuk menggunakan TIK dengan baik. Perangkat yang canggih dan rumit tidak menjamin kesuksesan penerapan TIK ketika orang-orang yang harusnya memegang peranan penting justru merasa terbebani, gagap teknologi atau bahkan merasa tidak mendapat manfaat. Tetapi yang terjadi dapat sebaliknya, pemanfaatan perangkat atau aplikasi TIK yang sederhana sekalipun mampu memberikan manfaat yang luar biasa apabila dikelola oleh orang yang tepat, yang mengerti esensi dari penggunaan TIK : kecepatan, ketepatan dan kemudahan berbagi informasi.


BACAAN :

[1] Ismaniati, Christina. ---. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran. FIP-Universitas Negeri Yogyakarta.

 

Fasilitas komentar tidak disertakan.

Zona Integritas

Zona Integritas BDI Yogyakarta